Showing posts with label Audit. Show all posts
Showing posts with label Audit. Show all posts

Tuesday, November 01, 2011

Contoh Laporan Audit Manajemen


CONTOH LAPORAN AUDIT MANAJEMEN

Semarang, 20 April 2011

No                   : 001/AI/IV/2011
Lampiran          : 3 eksempler
Perihal              : Laporan Hasil Audit

Kepada
Yth.Direktur PT. ABC
Di Semarang
     
Kami telah melakukan audit atas Pengadaan ATK pada PT. ABC untuk periode tahun 2010/2011. Audit kami tidak dimasudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Pengadaan ATK yang dimiliki oleh perusahaan. Audit tersebut dimasudkan untuk menilai ekonomisasi (kehematan), efesiensi (daya guna), dan efektifitas (hasil guna). Pengadaan ATK yang dilkukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan pelayanan yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan di masa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efesien, dan lebih efektif dalam mencapai tujuannya:
Hasil audit kami sajikan dalam mencapai tujuannya.
BAB I  : Informasi Latar Belakang
BAB II : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
BAB III            : Rekomendasi
BAB IV           : Ruang Lingkup Audit
Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerjasama dari berbagai pihak jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini.

                                                                                                     Audit Internal

                                                                                          Reza Widiantoro dan Rekan
                                                                                                                    
                                                                                         REZA WIDYANTORO, S.S.T, Akt






Hasil Analisis Kasus Audit Pemasaran


AUDIT PEMASARAN

a.       Audit lingkungan pemasaran
Kriteria :
a)      Pemasaran produk kembang gula merata hingga seluruh pelosok negara Amerika Serikat
b)      Penjualan yang terus meningkat.
c)      Perusahaan mengetahui minat konsumen terhadap kembang gula
Temuan :
a)      Tingkat Pemasaran yang masih kurang
b)      Penjualan dan keuntungan menurun
Evaluasi
a)      Memperbaiki pola pemasaran produk perusahaan
b)      Peningkatan kinerja bagian pemasaran
Rekomendasi
Efisiensi :
a)      Memperluas wilayah pemasaran dan mengawasi jumlah barang di tempat-tempat yang memiliki permintaan yang tinggi

b.      Audit strategi pemasaran
Kriteria :
a)      Tenaga Bagian penjulan (sales) mempunyai kemampuan sesuai bidangnya.
b)      Perusahaan mengetahui tujuan pemasaran
c)      Penyusunan strategi pemasaran yang akurat dan tepat.
d)       

Temuan :
a)      Tujuan-tujuan pemasaran perusahaan tidak jelas dan tidak realistis,
b)      Strategi perusahaan tidak memperhitungkan perubahan pola penyaluran atau menyelenggarakan perubahan pasar yang cepat,
Evaluasi :
Memberikan pelatihan pada karyawan bidang pemasaran, penjualan dan pengiklanan.
Rekomendasi
a)      Pembuatan Tujuan pemasaran yang sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada pemasaran produk O’Brien Candy Company
b)      Pembuatan Strategi Pemasaran yang berdasar pada tujuan pemasaran yang lebih akurat dan sesuai keadaan pasar.
c.       Audit Organisasi Pemasaran
Kriteria :
a)      Setiap Bagian dari perusahaan inimenjalankan tugasnya sesuai dengan job desk yang telah disepakati.
Temuan :
a)      Perusahaan lebih dijalankan oleh organisasi penjualan daripada oleh organisasi pemasaran
Evaluasi :
a)      Melakukan inspeksi pada perkerjaan yang dilakukan oleh bagian Pemasaran
Rekomendasi :
a)      Dilakukan pengawasan kinerja bagian pemasaran
d.      Audit Sistem Pemasaran
Kriteria :
a)      System yang ada di bagian pemasaran dapat berjalan dengan baik.
b)      Prosedur yang dilakukan bagian pemasaran sesuai dengan prosedur yang berlaku di perusahaan.
Temuan :
a)      Sistem di bagian pemasaran tidak berjalan dengan baik sehingga mengganggu kinerja bagian pemasaran
b)      Perusahaan tidak memiliki prosedur pengembangan produk baru secara berhasil,
Evaluasi
a)      Memberikan gambaran umum dan penjelasan kepada karyawan bidang pemasaran dan penjualan mengenai system pemasaran yang dijalankan pada perusahaan
Rekomendasi
a)      Pembenahan system yang ada di bagian pemasaran
b)      Perusahaan membuat prosedur pengembangan produk baru yang tepat
e.       Audit Produktifitas Pemasaran
Kriteria :
a)      Perusahaan Dapat menjual semua produk dalam jumlah besar.
b)      Bagian Pemasaran dapat menjual produk sebanyak-banyaknya dengan harga seminimal mungkin.
c)      Menganalisis produktivitas dan profitabilitas poduk, kelompok pelanggan atau unit analisis yang lain didalam pemasaran.
d)       
Temuan :
a)      Jajaran produk perusahaan berada dalam keseimbangan yang mengkhawatirkan. Dua macam produk yang menonjol menanggung 75% dari seluruh penjualan dan tidak memiliki potensi untuk berkembang,
b)      Serangkaian variabel pemasaran (marketing mix) perusahaan tidak seimbang dan terlalu banyak menghabiskan dana untuk tenaga penjualan tapi tidak cukup untuk bagian pengiklanan
c)      Perusahaan tidak memiliki prosedur pengembangan produk baru

Evaluasi
a)      Menyeimbangkan dana yang dikeluarkan untuk biaya tenaga penjualan dan bagian pengiklanan.
b)     Mengontrol dan membuat prosedur penjualan agar proses penjualan dan pemasaran berhasil mencapai titik maksimum.
c)      Perlu adanya perbaikan pada pola pemasaran produk
d)      Memproduksi produk yang memiliki nilai jual tinggi dan mempunyai potensi untuk berkembang.
e)      Prosedur pengembangan produk baru direncanakan dengan baik.

Rekomendasi
a)      Efisiensi :

b)      Efektivitas :
Pengembangan Produk baru diperhitungkan dengan perolehan profit dan biaya yang dikelurkan.
c)      Ekonomisasi :
Memproduksi barang yang memiliki kemampuan untuk menguasai pasar atau yang cepat terjual dipasar.

f.        Audit Fungsi Pemasaran
Kriteria :
a)      Kebijakan harga dapat bersaing dengan produk lain yang sejenis.
b)      Penjualan meningkat setelah kebijakan promosi dilakukan.
Temuan :
a)      Jajaran produk perusahaan berada dalam keseimbangan yang mengkhawatirkan. Dua macam produk yang menonjol menanggung 75% dari seluruh penjualan dan tidak memiliki potensi untuk berkembang, (e) Serangkaian variabel pemasaran (marketing mix) perusahaan tidak seimbang dan terlalu banyak menghabiskan dana untuk tenaga penjualan tapi tidak cukup untuk bagian pengiklanan,
b)      Usaha penjualan tidak terarah pada perhitungan yang menguntungkan.
Evaluasi:
ü  Menyeimbangkan dana yang dikeluarkan untuk biaya tenaga penjualan dan bagian pengiklanan.
ü  Mengontrol dan membuat prosedur penjualan agar proses penjualan dan pemasaran berhasil mencapai titik maksimum.

Kasus Audit Pemasaran


O’Brien Candy Company
Kasus O’Brien Candy Company –perusahaan kembang gula di Amerika Tengah-- Suatu ketika, perusahaan tersebut pernah menghadapi persoalan berat berupa penurunan tingkat penjualan dan keuntungan. Top management  berpendapat bahwa penyebabnya terletak pada tenaga penjual yang dianggap tidak bekerja keras dan kurang terampil. Untuk itu, mereka memperkenalkan suatu sistem perangsang konpensasi baru dan mempekerjakan pelatih tenaga penjualan untuk mendidik para pegawai penjualan dalam bidang perniagaan dan teknik-teknik penjualan moderen.
Akan tetapi, sebelum melakukan hal tersebut, mereka memutuskan untuk mempekerjakan konsultan pemasaran untuk melakukan audit pemasaran dengan menghasilkan kesimpulan tegas tentang permasalahan perusahaan O’Brien yang tidak akan terpecahkan dengan cara-cara peningkatan kemampuan tenaga penjualan, karena permasalahan yang sesungguhnya dihadapi perusahaan bersifat lebih mendasar. Antara lain :
(a) Tujuan-tujuan pemasaran perusahaan tidak jelas dan tidak realistis, (b) Strategi perusahaan tidak memperhitungkan perubahan pola penyaluran atau menyelenggarakan perubahan pasar yang cepat, (c) Perusahaan lebih dijalankan oleh organisasi penjualan daripada oleh organisasi pemasaran, (d) Jajaran produk perusahaan berada dalam keseimbangan yang mengkhawatirkan. Dua macam produk yang menonjol menanggung 75% dari seluruh penjualan dan tidak memiliki potensi untuk berkembang, (e) Serangkaian variabel pemasaran (marketing mix) perusahaan tidak seimbang dan terlalu banyak menghabiskan dana untuk tenaga penjualan tapi tidak cukup untuk bagian pengiklanan, (f) Perusahaan tidak memiliki prosedur pengembangan produk baru secara berhasil, (g) Usaha penjualan tidak terarah pada perhitungan yang menguntungkan.
Ternyata persoalan yang ditangkap top management O’Brien bahwa tenaga penjual yang dianggap kurang kerja keras tidak lebih dari sekedar symptom. Akar permasalahan perusahaan baru dapat ditangkap secara utuh setelah melaksanakan audit pemasaran. Kasus O’Brien secara gamblang menunjukkan betapa pentingnya audit pemasaran untuk mengetahui permasalahan pemasaran yang sesungguhnya dihadapi perusahaan. Tanpa melakukan audit pemasaran maka persoalan perusahaaan O’Brien tak kunjung terpecahkan karena upaya manajemen untuk membasmi ‘penyakit’ dilakukan dengan ‘obat’ yang tidak tepat.

Audit Sumber Daya Manusia Bag.II


A.    LANGKAH-LANGKAH AUDIT
Langkah (tahapan) tersebut meliputi:
1.      Audit Pendahuluan
Pada tahap ini, auditor menekankan auditnya pada pencarian informasi latar belakang dan gambaran umum terhadap program/aktivitas SDM yang diaudit. Informasi yang diperoleh pada tahap ini akan mengantarkan auditor pada perumusan tujuan audit sementara. Tujuan audit merupakan suatu hipotesis yang memerlukan pembuktian untuk menjawab pertanyaan auditor. Untuk mendapatkan jawaban ini, auditor menerapkan prosedure audit yang telah ditetapkan. Audit keuangan memiliki tujuan auditnya sudah jelas, yaitu bukti-bukti transaksi dan laporan keuangan yang dibuat auditee.
2.      Review dan pengujian pengendalian manajemen atas program-program SDM
Sitem pengendalian manajemen yang dimiliki perusahaan menjadi pedoman yang digunakan oleh para manajer dan supervisor dalam mengendalikan proses yang berjalan agar
Untuk mendapatkan contoh makalah dan aplikasi klik link dibawah ini:

Audit Sumber Daya Manusia Bag.I

Audit SDM merupakan penilaian dan analisis yang komperehensif terhadap program-program SDM. Audit SDM menekankan penilaian (evaluasi) terhadap berbagai aktivitas SDM yang terjadi pada perusahaan dalam rangka memastikan apakah aktivitas tersebut telah berjalan secara ekonomis, efektif dan efesien dalam mencapai tujuannya dan memberikan rekomendasi perbaikan atas berbagai kekurngan yang masih terjadi pada aktivitas SDM yang diaudit untuk meningkatkan kinerja dari program/aktivitas tersebut.
KERANGKA KERJA AUDIT SDM 
Kerangka kerja audit SDM menghubungkan pengelolaan SDM dengan tujuan bisnis perusahaan secara keseluruhan. Dalam hubungan ini audit menilai dukungan SDM terhadap pencapaian tujuan perusahaan, komitmen perusahaan dalam memberdayakan, dan melibatkan SDM, serta mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam hubungan tersebut, dan merekomendasikan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
Untuk mendapatkan contoh makalah dan aplikasi klik link dibawah ini:

Laporan Audit Bag.V


Laporan audit  berisi pernyataan tidak memberikan pendapat sebagai akibat ketidakberhasilan auditor untuk memperoleh bukti yang cukup karena pembatasan ruang lingkup.
Laporan Audit Independen

                                                                                    Kepada Yth.
                                                                                    Direksi dan Dewan Komisaris
                                                                                    PT. GUNADARMA
                                                                                    Jl. Margonda Raya No 100
                                                                                        Pondok Cina Depok


            Kami  telah ditugasi untuk mengaudit neraca PT. GUNADARMA  tanggal 31 Desember 2001 serta laporan rugi laba, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Perusahaan tidak melakukan penghitungan fisik persediaan dalam tahun 2001 yang dicantumkan dalam laporan keuangan sebesar Rp. 850.000.000 pada tanggal 31 Desember 2001. Lebih lanjut, bukti-bukti yang mendukung harga perolehan aktiva tetap yang dibeli sebelum tanggal 31 Desember 2001 tidak lagi tersedia dalam arsip perusahaan. Catatan perusahaan tidak memungkinkan dilaksanakannya penerapan prosedur audit lain terhadap persediaan dan aktiva tetap.
            Karena perusahaan tidak melaksanakan penghitungan fisik persediaan dan kami tidak dapat menerapkan prosedur audit untuk meyakinkan kami atas kuantitas persediaan dan harga pokok persediaan dan harga perolehan aktiva tetap, lingkup audit kami tidak cukup untuk memungkinkan kami menyatakan pendapat, dan kami tidak menyatakan  pendapat atas laporan keuangan.
           
                                                                                    Kantor akuntan
                                                                                    Eliya Isfaatun, SE., MMSI



                                                                                    (Eliya Isfaatun, SE., MMSI)
                                                                                    Reg. Neg-D110369

                                                                                                Tanggal, 13 Maret 2002

Laporan Audit Bag.IV


. Laporan audit dengan pendapat tidak wajar
Laporan Audit Independen

                                                                                    Kepada Yth.
                                                                                    Direksi dan Dewan Komisaris
                                                                                    PT. GUNADARMA
                                                                                    Jl. Margonda Raya No 100
                                                                                        Pondok Cina Depok

            Kami telah mengaudit neraca PT. GUNADARMA   per 31 Desember 2001 serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
            Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
            Sebagaimana telah dijelaskan dalam catatan X atas laporan keuangan, perusahaan mencantumkan perkiraan pabrik dan ekuipmen pada nilai appraisal, dan menghitung depresiasinya berdasarkan nilai tersebut.
            Karena penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum seperti yang diuraikan diatas, pada tanggal 31 Desember 2001, saldo persediaan lebih tinggi sebesar Rp. 525.000.000,-. Dengan diperhitungkannya biaya depresiasi ke dalam biaya overhead pabrik berdasarkan nilai revaluasi yang lebih besar dari harga pokok aktiva tetap dan aktiva tetap dikurangi akumulasi depresiasinya disajikan lebih tinggi sebesar Rp. 75.500.000 dibandingkan jika disajikan atas dasar harga pokoknya.
            Menurut pendapat kami, karena dampak dari hal yang kami uraikan dalam paragraph diatas, laporan keuangan yang kami sebut di atas tidak menyajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan PT. GUNADARMA per 31 Desember 2001, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada  tanggal sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.


                                                                                    Kantor akuntan
                                                                                    Eliya Isfaatun, SE., MMSI


                                                                                    (Eliya Isfaatun, SE., MMSI)
                                                                                    Reg. Neg-D110369

                                                                                                Tanggal, 13 Maret 2002

Laporan audit Bag.III


Laporan audit dengan pendapat dengan pengecualian karena penggunaan prinsip akuntansi yang menyimpang dari prinsip akuntansi yang berlaku umum.


Laporan Audit Independen
                                                                                    Kepada Yth.
                                                                                    Direksi dan Dewan Komisaris
                                                                                    PT. GUNADARMA
                                                                                    Jl. Margonda Raya No 100
                                                                                        Pondok Cina Depok
            Kami telah mengaudit neraca PT. GUNADARMA   per 31 Desember 2001 serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
            Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
            Perusahaan tidak memasukkan kewajiban sewa guna usaha dari aktiva tetap dan kewajiban dalam neraca terlampir, dan menurut pendapat kami, harus dikapitalisasi agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Jika kewajiban sewa guna usaha ini dikapitalisasi, aktiva tetap akan bertambah sebesar Rp. 120.000.000,-, kewajiban jangka panjang sebesar Rp. 120.000.000,-. Tambahan laba bersih akan berkurang sebesar Rp. 12.000.000 dan laba per lembar saham akan berkurang sebesar Rp. 1.200,- untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
            Menurut pendapat kami, kecuali untuk dampak tidak dikapitalisasinya kewajiban sewa guna usaha seperti yang kami uraikan dalam paragraph di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. GUNADARMA per 31 Desember 2001, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada  tanggal  tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.


                                                                                    Kantor akuntan
                                                                                    Eliya Isfaatun, SE., MMSI


                                                                                    (Eliya Isfaatun, SE., MMSI)
                                                                                    Reg. Neg-D110369

                                                                                                Tanggal, 13 Maret 2002

Laporan Audit Bag II


Laporan audit dengan pendapat wajar dengan pengecualian karena adanya pengungkapan yang tidak cukup.

Laporan Audit Independen

                                                                                    Kepada Yth.
                                                                                    Direksi dan Dewan Komisaris
                                                                                    PT. GUNADARMA
                                                                                    Jl. Margonda Raya No 100
                                                                                        Pondok Cina Depok

            Kami telah mengaudit neraca PT. GUNADARMA   per 31 Desember 2001 serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
            Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
            Perusahaan menolak menyajikan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2001. Penyajian laporan yang meringkas kegiatan operasi, investasi, dan pembelanjaan perusahaan tersebut diharuskan oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK).
            Menurut pendapat kami, kecuali tidak disajikannya laporan arus kas yang mengakibatkan tidak lengkapnya penyajian seperti yang diuraikan dalam paragraph di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. GUNADARMA per 31 Desember 2001, dan hasil usaha, untuk tahun yang berakhir pada  tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.


                                                                                    Kantor akuntan
                                                                                    Eliya Isfaatun, SE., MMSI



                                                                                    (Eliya Isfaatun, SE., MMSI)
                                                                                    Reg. Neg-D110369

                                                                                                Tanggal, 13 Maret 2002